Kamis, 13 Januari 2022

ALGORITMA TRANSFER PEMAIN BOLA


Algoritma Transfer Pemain Bola :

Dimulai Dari Scouting

Scouting atau pemantauan adalah proses panjang yang biasanya membutuhkan waktu berhari-hari, berbulan-bulan bahkan sampai tahunan.


Dilanjut Tahap Enquiry (Bertanya Ke Klub)

Agen dan pemain akan mengetahui minat klub jauh sebelum tawaran resmi masuk. Di sepakbola modern, pemain pasti mengetahui klub mana yang mengincarnya dan itu tidak berlaku untuk publik karena prosesnya kerap tertutup.

Negosiasi Dengan Pemain

Selagi manajer melakukan pembicaraan dari segi sepakbola dan permainan, para pimpinan, pemilik dan direktur klub sering melakukan pembicaraan terkait uang


Klausa Kontrak, Tes Medis Dan Konfirmasi Transfer
Jika semuanya beres, pemain biasanya langsung dijadwalkan melakukan tes medis.
Karena kepindahan pemain melibatkan banyak uang, klub pembeli tidak ingin 'tertipu' dan mereka berusaha mengidentifikasi cedera atau kelemahan tersembunyi yang kelak berpotensi merugikan.



Adapun ketika tes medis selesai, yang tersisa kemudian hanya mengirim dokumen yang berkaitan dengan transfer ke pihak Liga dan FA sebelum tenggat waktu.

Pihak klub selanjutnya melakukan rilis pers, menuntaskan apa yang harus dilakukan di media sosial dan mencetak jersey, dan si pemain pun berhasil direkrut.


Richard Alex Situmorang 9A/24

Senin, 08 November 2021

INTERNET


 Saat ini Korea Selatan tercacat memiliki internet tercepat di dunia.

Negara ginseng memilki kecepatan internet hingga 25,3 Mbps menurut Akamai Technologies.

Hong Kong dan Jepang tercacat jadi dua negara yang menempati urutan nomor dua dan tiga sebagai negara dengan internet tercepat.

Dilansir dari Compsmag.com pada (19/42016) lalu, kecepatan internet lembaga antariksa Amerika Serikat (NASA) memiliki kecepatan internet 91 GB per detik atau 90 Gbps.

"Internet bayangan NASA dapat mentransfer sampai 91 GB per detik atau 91.000 MB per detik," tulis laman tersebut.

NASA (National Aeronautics and Space Administration ) adalah sebuah lembaga negara milik Amerika Serikat yang mengurusi program luar angkasa.



NASA mulai jadi bagian pemerintah Amerika pada tahun 1958.


Amerika Serikat sendiri hanya memiliki kecepatan akses internet 10 Mbps.


Kalo itu benar tentu itu hal yang sagat mengejutkan ya, guys.


Pasalnya, perusahaan penguasa internet Google saja tidak mempunyai kecepatan seperti itu.


Google dengan Google Fiber-nya mempunyai kecepatan internet 10 GB per detik atau 10 Gbps.


Kecepatan internet Google ini saja sudah 1000 kali kecepatan internet di warnet-warnet Indonesia.


Nah, kalo 91 Gbps milik NASA ini bisa berapa kali internet di Indonesia ya, guys.


Yang jelas super super sekali atau bisa mencapai puluhan ribu kecepatan internet di Indonesia.


Namun perlu kamu tahu, kecepatan internet tersebut hanya menghubungkan antar fasilitas penelitan dan organisasi penelitian di seluruh dunia.


Itu hanya untuk membagikan file data penelitian atau percobaan sains dengan data yang besar.


Jadi, nggak sembarang orang bisa mengakses internet bayangan milik NASA tersebut.


So, syukuri kecepatan internetmu sekarang ya, guys.

ALGORITMA TRANSFER PEMAIN BOLA

Algoritma Transfer Pemain Bola : Dimulai Dari  Scouting Scouting  atau pemantauan adalah proses panjang yang biasanya membutuhkan waktu berh...